Jum’at (6/11) seluruh warga Forsilam Mesir kembali
mengadakan kumpul bersama dalam rangkaian acara memperingati HUT Forsilam Mesir
Ke-12, tasyakuran beasiswa bezet dan wada’an kanda Wahidul Kholis Assaumi.
Selain warga Forsilam lainnya, acara ini juga dihadiri
oleh Gubernur kekeluargaan masyarakat jambi (KMJ), seluruh dewan MPA Forsilam,
beserta rekan-rekan senior lainnya.
Seperti biasanya, bertempat di kediaman kanda Agus
Setiawan, Saqor Qurays, acara ini-pun dimulai pada pukul 16:00 clt dengan
dipimpin oleh saudara Muhammad Iqbal sebagai Master Of Ceremony (MC).
Setelah acara dibuka, kemudian dilanjutkan dengan
beberapa kata sambutan yang disampaikan oleh ketua MPA Forsilam, kanda Amar
Ma’ruf dan ketua Forsilam Mesir, kanda Alkholis. Dalam prakatanya kanda Alkholis menyampaikan “Dalam rangka memperingati HUT Forsilam Mesir ke-12 ini,
semoga warga Forsilam dapat membawa Forsilam ke ranah yang lebih baik lagi,
baik dalam segi kualitas akademis-nya, karakter azhari-nya, ataupun ukhuwah
internal-nya”. Kemudian beliau juga menyampaikan ungkapan terima kasih kepada
rekan-rekan yang mendapat “Minhah Bait Zakat” yang telah mensponsori acara
tersebut.
“Ini adalah bentuk syukur dari kami yang saat ini Allah memberikan kami nikmat yang begitu besar berupa beasiswa bait zakat, saya berharap
dengan adanya acara tasyakuran seperti ini dapat memotivasi kita semua untuk lebih
giat lagi dalam belajar dan akan melahirkan Ashab-ashab bezet lainnya”, ungkap
saudara M Izzah, salah satu sohibul minhah.
Sedikit perlu diketahui, Bezet adalah singkatan dari
Bait el-Zakat, adalah lembaga beasiswa yang dimiliki oleh pemerintah Kuwait
untuk mahasiswa-mahaisiswa wafidin Al-Azhar yang berprestasi. Adapun tahun ini
yang berkesempatan mendapatkan beasiswa tersebut adalah M Izzah, Suntari, Rahma
Rahim, Revita, dan Marria Ulva.
Sebelum beranjak ke acara selanjutnya. MC nge-pending
acara selama beberapa menit untuk sholat magrib berjamaah, dan kemudian dilanjutkan
“solat gha’ib” bersama atas meninggalkan nenek dari saudara kita Hudi
Supriyadi. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.
Berlanjut ke acara terakhir ya’ni wada’an/pamitan
kanda Wahidul Kholis Assaumi. Yang Insya Allah beliau akan berangkat ke UEA (Uni Emirate Arab) untuk mengikuti karantina disana dalam rangka audisi ajang
nasyid internasional yang diselenggarakan oleh Sharjah TV.
Setelah penutupan acara. Koki Forsilam, kanda Ari
Gusti langsung memberi kode untuk mengajak santap malam bersama, dengan menu
ayam aladin dan ayam bakar.
Dokumentasi
Kairo (7/11)
Reporter : Tim Media








Post a Comment